Dear Princess………
Ada yang ingin saya tulis ketika
kata kata dalam kepalaku mulai kesepian makna. Dibalik dinamisnya rasa cinta,
menulis adalah caraku mengabadikan dirimu. Terkadang kata-kata suka
berpura-pura, namun bukankah yang terpenting adalah bagaimana dia memberi
pengaruh baik pada semesta dan sekitarnya? Yah begitulah kira-kira yang ingin
saya tuangkan di tulisan ini.
Sekian lama aku terdiam…. Kupikir
semua itu cukup, karena sungguh aku cukup merasa senang jika kau bahagia, lalu
kulihat kau berduka, terluka karena cinta yang salah atau waktu yang tidak
berpihak pada bahagiamu semata. Bahkan ketika dirimu menjadi rebutan para
Ksatria…. Entah, namun aku tahu itu menyusahkan hatimu andaikan waktu berpihak
pada cintaku, entah nanti entah berapa lama lagi. Tahukah kamu apa yang sangat
ingin kukatakan…. Tahukah kau bagaimana rasanya mendoakanmu yang tanpa kenal
waktu dan tanpa tahu apakah engkau tahu.
Tahukah kau arti mencintaimu? seperti
ingin bersuara bahagiamu adalah bahagiaku juga. Aku ingin sedikit saja membuatmu
tertawa namun waktu selalu lebih dulu membuat seseorang lebih dekat denganmu. Aku
ingin mengenal hatimu namun hatiku sendiri seolah berkata tidak….. ini bukan
saatnya.
Jujur saya memang menyukai anda,
Nona….. Memang suka itu belum tentu cinta. Namun tak mungkin akan langsung
cinta tanpa didahului oleh suka. Ada beberapa hal yang sebaiknya memang tak
perlu dikatakan. Karena tidak menjawab bukan berarti berbohong kan??? Mungkin
Nona akan menemukan jawaban yang jujur disetiap candaan yang sering kita
lakukan dahulu. Meskipun cuma candaan Nona, jika itu baik dan benar kuharap menjadi Do’a
yang diantarkan Malaikat untuk Tuhan Aamiinkan.