Beberapa
saat yang lalu, aku kembali diskusi teman satu tim kerja tentang pola kerja ku.
Dia bilang sama aku “kamu tuh kerjanya cepet banget, aku baru kerja sampai
disini, kamu dah kemana-mana!” Kalimat yang terucap oleh temanku itu seakan
menohok diri, aku memang selama bekerja ini selalu cepet banget bergerak.
Selain
karena aku memang sudah tidak kuliah lagi saat ini a.k.a sudah sarjana [hammer]
narsisnya moh wkwkwkwk……, tapi juga karena aku belum kembali memiliki kekasih.
Selama ini, aku bekerja total tanpa henti. Setiap detik dalam hidupku selalu
ada pekerjaan, tidak ada seseorang yang mampu menghentikan diriku. Mungkin
company merasa diuntungkan dengan pola kerjaku hahahahahh….toh yang jadi
Bosssnya saya sendiri djie….:p, tapi kita kan juga memperhitungkan dan
membandingkan dengan salary yang kita dapatkan.
Meskipun
lulusan sekolah tinggi manajemen, Intinya, aku butuh manager hidup [ngarep]…..
Seorang yang mampu mengingatkan bahwa diriku juga dibutuhkan oleh orang lain.
Seorang yang menghentikan aku ketika aku berjalan terlalu cepat. Seorang yang
menemani perjalanan hidupku. Kapan Tuhan mengizinkan aku menemukanmu, ketika
semua bisa diraih dan dimiliki…Bukankah kita adalah makhluk sosial yang tidak
bisa hidup tanpa orang lain?! Menemukanmu adalah harapan terbesar hidupku saat
ini…
Aku tahu ini cuma sepenggal
perjalanan panjang yang mesti dilewati. Setiap orang sedang menuju ke suatu
tempat dengan caranya masing-masing. Pada tiap penggalan kita susun jadi bilik
di sudut hati tempat kita mengais-ngais hikmah. Tidak ada yang salah dengan
semua yang serba sederhana kita pahami, semua yang nampak percuma tapi
bermakna. Kadang justru perasaan luar biasa itu, adalah bentuk ketakjuban pada
sesuatu diluar kita, something we felt beyond ourself.
Orang bijak bilang, butuh lebih banyak ketulusan dan kerendahan hati untuk
mengapainya. Jadi? adakah yang lantas luar biasa karenanya?
Bahkan sajak sempurna adalah
kesenyapan itu sendiri. Sesuatu yang menyelinap diam-diam, dan kita memahaminya
meski tanpa diucapkan. Seperti sebuah eksistensi.
Juga cinta……
Juga cinta……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar