Dilema _ Semua Memang Salahku

Rabu, 09 Januari 2013

Note Kidding



Beberapa saat yang lalu, aku kembali diskusi teman satu tim kerja tentang pola kerja ku. Dia bilang sama aku “kamu tuh kerjanya cepet banget, aku baru kerja sampai disini, kamu dah kemana-mana!” Kalimat yang terucap oleh temanku itu seakan menohok diri, aku memang selama bekerja ini selalu cepet banget bergerak.
Selain karena aku memang sudah tidak kuliah lagi saat ini a.k.a sudah sarjana [hammer] narsisnya moh wkwkwkwk……, tapi juga karena aku belum kembali memiliki kekasih. Selama ini, aku bekerja total tanpa henti. Setiap detik dalam hidupku selalu ada pekerjaan, tidak ada seseorang yang mampu menghentikan diriku. Mungkin company merasa diuntungkan dengan pola kerjaku hahahahahh….toh yang jadi Bosssnya saya sendiri djie….:p, tapi kita kan juga memperhitungkan dan membandingkan dengan salary yang kita dapatkan.
Meskipun lulusan sekolah tinggi manajemen, Intinya, aku butuh manager hidup [ngarep]….. Seorang yang mampu mengingatkan bahwa diriku juga dibutuhkan oleh orang lain. Seorang yang menghentikan aku ketika aku berjalan terlalu cepat. Seorang yang menemani perjalanan hidupku. Kapan Tuhan mengizinkan aku menemukanmu, ketika semua bisa diraih dan dimiliki…Bukankah kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain?! Menemukanmu adalah harapan terbesar hidupku saat ini…
Aku tahu ini cuma sepenggal perjalanan panjang yang mesti dilewati. Setiap orang sedang menuju ke suatu tempat dengan caranya masing-masing. Pada tiap penggalan kita susun jadi bilik di sudut hati tempat kita mengais-ngais hikmah. Tidak ada yang salah dengan semua yang serba sederhana kita pahami, semua yang nampak percuma tapi bermakna. Kadang justru perasaan luar biasa itu, adalah bentuk ketakjuban pada sesuatu diluar kita, something we felt beyond ourself. Orang bijak bilang, butuh lebih banyak ketulusan dan kerendahan hati untuk mengapainya. Jadi? adakah yang lantas luar biasa karenanya?
Bahkan sajak sempurna adalah kesenyapan itu sendiri. Sesuatu yang menyelinap diam-diam, dan kita memahaminya meski tanpa diucapkan. Seperti sebuah eksistensi.
Juga cinta……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar